
Saya ibu dari 2 orang anak. Anak laki-laki pertama saya berusia 24 tahun, dan yang kedua, perempuan berusia 21 tahun. Dulu saya bekerja disebuah perusahaan telekomunikasi di Jakarta. Namun, sudah hampir 5 tahun ini saya tidak bekerja karena penyakit kanker payudara yang perlahan menggerogoti tubuh dan kian lama melemahkan daya tahan tubuh saya. Usia saya saat ini 52 tahun, berarti penyakit ini sudah ada saat usia saya 47 tahun (Itu setelah dokter positif memvonis saya mengidap kanker payudara).
Saya rasa, kanker ini sudah ada jauh sebelumnya. Karena dulu saya termasuk orang yang tidak aware dengan kondisi tubuh sendiri, yaa bisa dibilang saya malas memeriksakan kesehatan ke dokter. Kalau sudah merasa sakit dan tidak berdaya barulah saya memasrahkan tubuh saya ke tangan dokter.
Dari beberapa tahun yang lalu, saya melakukan operasi pengangkatan payudara dan menjalani kemoterapi. Rambut saya habis, yang tersisa hanya beberapa helai saja. Sehingga saya harus menutupi kepala saya dengan selendang untuk menutupi kebotakan. Namun, setelah selesai menjalani kemoterapi, kondisi saya perlahan memulih dan daya tahan tubuh pun mulai stabil.
Jujur saja, bayang bayang kembalinya sel kanker selalu menghantui saya. Ada rasa was-was apabila kanker ini akan meluas ke bagian tubuh yang lainnya. Namun, saat ini saya sangat menghargai kesehatan saya sendiri. Dengan menjaga pola makan, gaya hidup, cepat mengkonsultasikan ke dokter saat saya merasa ada yang tidak beres dengan kesehatan, dan tentunya mencari obat yang bisa mencegah pernyakit ini.
Saya hanya berpesan, hargai tubuh sendiri.. karena kesehatan mencerminkan siapa anda.
Salam,
Jeng Dara








.jpg)