logo pwc
Keputihan Kanker Payudara Overactive Bladder(Beser)    


Mitos & Fakta Seputar Benjolan Pada Payudara
10 March 2010

Sekitar 40% wanita akan menemukan benjolan pada beberapa titik payudara dalam hidup mereka.

 

Meskipun tidak setiap benjolan berarti kanker, apa yang dilakukan wanita segera setelah mendapati benjolan mencurigakan tersebut dapat berarti perbedaan antara hidup dan mati.
Jadi apa yang perlu wanita ketahui jika menemukan benjolan payudara? Empat ahli di bawah ini membantu memisahkan mitos dan fakta-fakta seputar benjolan pada payudara.


MITOS

1. Benjolan pada payudara adalah sel  kanker.

Menurut Stephen Sener, MD, mantan presiden American Cancer Society  yang juga seorang ahli bedah di University of Southern California's Keck School of Medicine di Los Angeles, setiap wanita dengan benjolan payudara menganggap itu kanker sampai terbukti sebaliknya.

 

Ditambahkan oleh Laura Kruper, MD, seorang ahli bedah kanker payudara di City of Hope Comprehensive Cancer Center  di Duarte, California, beberapa wanita lainnya justru menyangkal akan kemungkinan terjadinya kanker payudara pada mereka.


Menurut Susan Love, MD, presiden dari Yayasan Susan Love, ahli bedah klinis di California University, Los Angeles David Geffen School of Medicine, dan penulis Dr. Susan Love's Breast Book, benjolan pada payudara lebih berpotensi menjadi kanker pada wanita baya yang telah melalui proses menopause dibandingkan pada perempuan yang lebih muda.

 

Ketika benjolan ternyata tidak menjadi kanker, benjolan tersebut bisa jadi adanya indikasi perubahan hormon abnormal, kista atau bahkan penyakit serius lainnya. Jadi apa pun penyebabnya, penting untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan jika didapati benjolan yang mencurigakan. Para ahli merekomendasikan pemeriksaan fisik dengan mammogram dan USG, sementara beberapa wanita lainnya mungkin akan perlu mendapatkan biopsi.


2. Kanker payudara selalu ditandai dengan benjolan.

Jennifer Eng-Wong, seorang ahli kanker di Georgetown University’s Lombardi Comprehensive Cancer Center di Washington D.C., mengatakan bahwa hal ini tidak selalu terjadi. Pada beberapa wanita, kanker dapat ditemui setelah melalui pemeriksaan mammogram bahkan sebelum wanita tersebut merasakan adanya benjolan mencurigakan.

 

3. Kanker ganas dan kanker jinak bisa dibedakan melalui benjolan.

Gumpalan kanker jinak maupun kanker ganas, bisa saling tumpang tindih. Ketika suatu benjolan terdeteksi sebagai sel kanker, kebanyakan wanita merasakan benjolan tersebut  akan menjadi satu lesi yang terasa keras dan tidak berpindah-pindah. Sebaliknya dengan benjolan kanker payudara, bisa juga terasa lunak dan dapat berpindah-pindah.


Anda tak akan pernah bisa benar-benar mengenali jenis kanker hanya dengan merabanya. Bisa jadi sel tersebut tenggelam di bawah permukaan kulit, terasa halus dan jinak tapi sebenarnya adalah sel kanker ganas, atau bahkan sebaliknya berada di dekat permukaan kulit, terasa menonjol, keras dan menakutkan tapi ternyata sel kanker jinak. Saran terbaik adalah segera memeriksakannya.

 
4. Jika benjolan berukuran kecil artinya sel kanker baru berada pada tahap awal.

Ukuran bukanlah cara yang baik untuk memutuskan apakah suatu benjolan perlu dikhawatirkan atau malah diabaikan. Melalui pemeriksaan mammogram, telah ditemui beberapa wanita yang memiliki benjolan payudara merentang dari sebesar kacang polong berkembang menjadi sebesar jeruk. Bagaimanapun juga kanker tidak bisa dipastikan hanya dengan pemeriksaan fisik.

 

5. Wanita dengan sejarah penyakit kista, tidak perlu mengkhawatirkan benjolan pada payudara.

Beberapa wanita yang menyadari mereka memiliki kista sering beranggapan benjolan baru pada payudara tidak perlu mereka khawatirkan. Para dokter menegaskan setiap benjolan asing yang mencurigakan harus diidentifikasi oleh dokter ahli. Hanya karena benjolan sebelumnya ternyata kista, bukan berarti wanita tersebut tak mungkin beresiko kanker.

 

FAKTA

 

1. Anda boleh mengevaluasi perkembangan benjolan sebelum mendapatkan penanganan dokter.

Dengan catatan Anda adalah wanita usia produktif, bahkan Anda disarankan untuk tetap waspada terhadap benjolan yang mencurigakan dan harus selalu dievaluasi oleh praktisi kesehatan.

 

Kadang beberapa dokter akan merekomendasikan evaluasi selama beberapa bulan pada wanita yang masih haid. Karena bisa jadi benjolan tersebut adalah kista yang terasa seperti gumpalan, dan dapat hilang dengan sendirinya akibat menstruasi. Tapi jika Anda wanita yang telah melalui menopause, tidak mungkin memiliki benjolan yang berubah akibat pengaruh hormon, jadi waspada dan mengevaluasi tidak bisa dijadikan pilihan.

 

2. Benjolan pada payudara bisa jadi adalah kanker, meski Anda tidak memiliki riwayat medis keluarga penderita kanker.

Hanya 5 hingga 10% dari kasus kanker payudara adalah penyakit turunan. Sebagian besar wanita yang mendapat kanker payudara bahkan tidak memiliki faktor risiko.

 
Referensi:

1.      Kathleen Doheny, Breast Lumps: 7 Myths and Facts, Breast lumps are common, can you separate myth from fact?-Breast Cancer Health Center: http://www.webmd.com/: 22 September 2009

2.      PWC. Kanker Payudara: http://www.peduliperempuan.com/: 2 October 2009

 

PWC/Add_Article_5/POAI/21/01/2010