- Home
- Overactive Bladder
- Gejala Overactive Bladder
Gejala Overactive Bladder
Tiga gejala yang harus diperhatikan ketika mendiagnosis overactive bladder (OAB) :
- Urgensi, yakni keinginan tiba-tiba yang kuat untuk berkemih dan sulit ditahan, dengan atau tanpa inkontinensia (mengompol)
- Frekuensi, yakni mengeluh berkemih terlalu sering dalam satu hari atau lebih dari 8x sehari
- Nokturia, yakni keluhan berkemih pada malam hari lebih dari 1x per malam.

Usaha Pencegahan overactive bladder (OAB) :
- Latih otot kandung kemih dengan menahan buang air kecil selama 30 menit
- Lakukan Senam Kegel untuk mengencangkan otot-otot sekitar vagina
- Perhatikan asupan makanan dan minuman terutama yang bersifat diuretik (menghasilkan banyak urin) dan hindari makan dan minum dua jam sebelum tidur


