- Home
- Overactive Bladder
- FAQ Overactive Bladder
FAQ Overactive Bladder
FAQ OVER ACTIVE BLADDER
- Bagaimana cara mengatasi beser (pertolongan pertama)?
Beser dapat diatasi dengan cara melakukan bladder training, terapi perilaku dan latihan otot dasar panggul (kegel exercise). - Apa yang menyebabkan beser?
Beser disebabkan karena otot kandung kemih yang berkontraksi secara berlebihan sehingga hanya mampu menampung urin sedikit dan akan segera dikeluarkan. - Apa yang dimaksud dengan OAB?
OAB atau Overactive Bladder adalah suatu keadaan yang ditandai dengan adanya kontraksi otot kandung kemih secara berlebihan sehingga menimbulkan gejala : frekuensi (sering buang air kecil), urgensi (sulit menahan buang air kecil), nokturia (bangun lebih dari 1 kali per malam untuk buang air kecil) dan inkontinensia urgensi (mengompol). - Apa gejala orang terkena OAB?
Gejala OAB antara lain : frekuensi (sering buang air kecil), urgensi (sulit menahan buang air kecil), nokturia (bangun lebih dari 1 kali per malam untuk buang air kecil) dan inkontinensia urgens. - Apakah orang yang suka mengompol pasti terkena OAB?
Orang yang suka mengompol belum tentu terkena OAB, mengompol bisa juga disebabkan karena otot sfingter eksterna kandung kemih yang terletak di muara kandung kemih mengalami gangguan (inkontinensia stress). - Bagaimanakah pengobatan OAB?
OAB dapat diobati dengan obat antimuskarinik misalnya tolterodine. Bila terapi dengan obat-obatan tidak berhasil maka dapat dilakukan terapi lain misalnya dengan cara pembedahan (operasi). - Apakah OAB adalah hal yang bersifat turun temurun?
OAB hingga saat ini belum jelas apakah merupakan penyakit keturunan atau tidak. Pada anak yang menderita OAB sering dijumpai anggota keluarganya juga menderita OAB. Penelitian pada wanita menyatakan bahwa faktor keturunan berperan penting terhadap terjadinya inkontinensia pada wanita. - Apakah dengan mengidap OAB ada faktor resiko terhadap penyakit lainnya?
Pada penderita OAB dapat menyebabkan penyakit lain misalnya patah tulang akibat terjatuh, iritasi kulit, infeksi saluran kemih dan depresi. - Apakah OAB dapat disembuhkan?
OAB dapat disembuhkan dengan penggunaan obat. Penggunaan obat dapat mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkan akibat OAB. - Mengapa OAB / beser harus cepat diobati?
OAB harus diobati karena bila dibiarkan akan menurunkan kualitas hidup penderitanya dan dapat menyebabkan penyakit lain seperti infeksi saluran kemih, radang kulit, patah tulang dan depresi. - Bagaimana menurut tingkat pengetahuan dan kesadaran perempuan Indonesia tentang penyakit ini? Mengapa?
Kesadaran dan pengetahuan tentang OAB masih sangat rendah, sebagian besar perempuan di Indonesia belum mengetahui bahwa OAB merupakan suatu penyakit yang dapat diobati dan gejala sering buang air kecil sering dianggap sebagai suatu hal yang normal pada perempuan dengan usia lanjut. - Ke mana seseorang yang mengalami gejala
OAB harus memeriksakan diri? Apakah bisa ke dokter umum atau puskesmas?
Atau harus ke spesialis atau rumah sakit?
Penderita OAB dapat memeriksakan diri ke dokter terdekat apakah itu dokter umum, puskesmas atau ke dokter spesialis urologi. - Apa sajakah yang dapat menyebabkan OAB?
OAB bisa disebabkan karena gangguan saraf yang mempersarafi kandung kemih misalnya pada penyakit stroke, trauma tulang belakang atau bisa juga disebabkan karena adanya rangsangan pada kandung kemih akibat tumor, pembesaran prostat jinak, batu atau infeksi saluran kemih. - Kondisi seperti apa yang masuk kategori normal dan OAB?
Buang air kecil kurang atau sampai dengan 8 kali dalam satu hari (24 jam) dapat dikategorikan normal. Sedangkan OAB adalah jumlah berkemih lebih dari 8 kali dalam 24 jam. Perlu diperhatikan juga mengenai suhu udara, kondisi psikis, jumlah air yang dikonsumsi dan obat-obatan yang digunakan. - Apakah beser, anyang-anyangan dan mengompol disebabkan oleh OAB? Bila bukan, apakah penyebabnya?
Beser dan anyang-anyangan maupun mengompol bisa disebabkan oleh sebab lain selain OAB, misalnya karena infeksi saluran kemih, adanya batu maupun tumor pada kandung kemih. - Bagaimana cara mencegah OAB?
OAB dapat dicegah dengan cara melakukan latihan otot dasar panggul dan dengan melalukan bladder training yaitu dengan cara menahan berkemih hingga waktu yang ditentukan dan melakukan penjadwalan berkemih. - Apakah Tolterodine Tartrate bisa digunakan untuk mengobati anyang-anyangan dan mengompol?
Tolterodine tartrate bisa digunakan untuk mengatasi gejala-gejala seperti sering buang air kecil, sulit menahan buang air kecil dan mengompol. - Apakah ada pengobatan alternatif untuk mengatasi OAB (fisioterapi, akupunktur/pijat refleksi)?
Sejauh ini belum ada pengobatan yang efektif mengatasi OAB selain dengan menggunakan obat-obatan. - Apakah penderita OAB harus mengurangi jumlah cairan yang diminum dan pantang makanan/minuman tertentu? Kopi, teh?
Penderita OAB sebaiknya tidak mengurangi jumlah cairan yang diminum, karena mengurangi jumlah cairan akan meningkatkan kontraksi kandung kemih. Sebaiknya minumlah dengan porsi seperti biasa dan hindari minuman yang merangsang produksi urin seperti minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau teh dan minuman bersoda. - Pada usia berapa seorang perempuan bisa terkena OAB?
OAB bisa terdapat pada segala usia tanpa terkecuali anak-anak maupun orang tua dan laki-laki maupun perempuan. - Apakah OAB menurun/penyakit keturunan?
Lihat jawaban pertanyaan no.7. - Apakah melahirkan normal bisa menyebabkan OAB?
Melahirkan normal dapat berisiko menyebabkan OAB karena pada saat melahirkan otot dasar panggul dapat mengalami gangguan atau disfungsi sehingga berakibat timbulnya OAB atau inkontinensia stress. - Apakah OAB bisa disebabkan oleh kondisi psikis/gangguan psikologis?
OAB tidak disebabkan oleh faktor psikis atau kondisi psikologis, salah satu faktor psikis yang mencetuskan terjadinya OAB adalah gangguan cemas. - Apakah penyakit atau obat tertentu bisa menyebabkan OAB?
Tidak ada penyakit atau obat tertentu yang menyebabkan OAB, penyakit dan obat tertentu dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan OAB yaitu seringnya buang air kecil, bisa lebih dari 8 kali dalam 24 jam. Penyakit yang sering menimbulkan gejala buang air kecil seperti diabetes dan obat-obatan yang bersifat diuretik (memproduksi banyak urin) dapat mengakibatkan sering buang air kecil. - Berapakah perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk mengobati OAB?
Biaya tergantung dari jenis terapi dan obat yang digunakan. - Apakah fisioterapi/olahraga tertentu bisa mengatasi OAB?
Hingga saat ini belum ada olahraga atau fisioterapi yang bisa mengatasi OAB dengan efektif. Satu-satunya latihan yang dapat mengurangi gejala OAB adalah dengan latihan otot dasar panggul atau dikenal dengan nama Kegel exercise. - Apakah cedera/trauma pada daerah pantat/panggul/punggung bisa menyebabkan OAB?
Cedera atau trauma terutama pada tulang punggung dapat mengakibatkan kerusakan saraf, kerusakan saraf bisa menyebabkan berbagai jenis gangguan tergantung organ yang dipersarafi. Bila saraf yang terkena adalah saraf yang menghambat rangsang kandung kemih maka bisa saja dapat menyebabkan OAB. - Bagaimana tingkat kepatuhan minum obat dengan tingkat kesembuhan?
Kepatuhan pasien dalam minum obat dapat mengurangi gejala-gejala OAB. Sehingga pada penanganan OAB pasien dianjurkan untuk mengkonsumsi obat secara teratur dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan. - Berapa angka insiden/ kasus OAB di dunia
dan di Indonesia? Berapa rentang usia penderita? Jenis kelamin? Apakah
pria bisa mengalami OAB?
Di Amerika angka prevalensi OAB antara pria dan wanita adalah sebesar 16% (Stewart 2002) dan di Indonesia angka prevalensi pria yang mengidap OAB adalah 43% (Moorthy 2004) dan di asia angka prevalensi wanita yang mengidap OAB adalah 53.1% (Lapitan 2001). Usia yang diteliti adalah diatas 18 tahun.


