FAQ Kanker Payudara

FAQ BREAST CANCER

  1. Apakah yang menyebabkan kanker payudara?
    Secara umum, kanker disebabkan oleh adanya mutasi atau perubahan pada gen. Khusus untuk kanker payudara, hormon diduga turut berperan pula. Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara: usia, riwayat pribadi, riwayat keluarga, periode menstruasi, tidak memiliki anak / memiliki anak pada usia lanjut, kontrasepsi oral, terapi hormon pasca menopause, tidak menyusui, konsumsi alcohol, kegemukan, serta kurang olahraga.
  2. Bagaimanakah pengobatan kanker payudara?
    Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung dari stadium atau tahap kanker payudara, yaitu operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, dan targeted therapy. Berbagai terapi lain tengah dikembangkan untuk pengobatan kanker payudara.
  3. Apakah ada hubungan antara menopause dan kanker payudara?
    Berdasarkan hasil penelitian, wanita yang memasuki menopause pada usia 55 tahun atau lebih, memiliki risiko terkena kanker payudara relatif lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang memasuki menopause sebelum usia 55 tahun.
  4. Apakah kanker payudara diturunkan secara genetik?
    Kanker payudara dapat diturunkan secara genetik. Namun sebagian besar kanker payudara terjadi akibat perubahan gen secara didapat.
  5. Apakah ukuran payudara dapat mempengaruhi faktor risikokanker payudara?
    Tidak ada hubungan antara ukuran payudara dengan faktor risiko kanker payudara
  6. Adakah cara untuk menghindari kanker payudara?
    Secara umum, risiko kanker dapat dikurangi dengan senantiasa menjalani pola hidup yang sehat dan seimbang, terutama pada mereka yang telah memiliki faktor-faktor risikonya.
  7. Bagaimana gejala kanker payudara?
    Gejala-gejala kanker payudara: adanya benjolan, bengkak pada sebagian / seluruh payudara, iritasi kulit, nyeri payudara / puting, retraksi puting(putingmasuk ke dalam), perubahan kulit payudara, keluarnya cairan selain ASI dari payudara, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
  8. Seberapa besar kemungkinan orang yang sudah mengalami pengangkatan payudara untuk kembali terkena kanker payudara?
    Wanita yang terdiagnosis kanker pada salah satu payudara, memiliki peningkatan risiko hingga 4 kali lebih tinggi untuk terkena kanker pada payudara yang lain atau pada bagian lain dari payudara yang sama.
  9. Apa yang sebaiknya dilakukan Pasca pengangkatan payudara?
    Pasca pengangkatan payudara, wanita disarankan untuk control secara teratur dalam memeriksakan kesehatan dirinya, terutama berkaitan dengan payudaranya. Selain itu, sangat disarankan untuk senantiasa menjalani pola hidup sehat dan seimbang, baik secara fisik maupun psikologis.
  10. Apakah kanker payudara dapat disembuhkan secara total?
    Mengingat tidak ada cara yang pasti untuk mencegah kanker payudara, maka dapat dikatakan bahwa tidak ada jaminan bahwa kanker payudara dapat disembuhkan secara total. Namun kita dapat mengurangi risikonya dengan mengubah atau memperbaiki faktor-faktor risiko yang dimiliki.
  11. Bagaimana membedakan benjolan normal atau tidak normal, tumor jinak, ganas atau kanker?
    Untuk hasil yang pasti, hal ini hanya dapat dilakukan melalui biopsi.
  12. Apakah normal bila payudara mengeras dan terasa nyeri saat menjelang haid/saat hamil atau menyusui?
    Ya, hal ini bersifat normal karena berkaitan dengan proses hormonal alamiah.
  13. Benarkah penggunaan deodoran dapat menyebabkan kanker payudara?
    Sejauh ini belum ada penelitian yang menyatakan demikian.
  14. Benarkah penggunaan bahan tambahan pangan/ food additives (MSG, pengawet, pemanis, pewarna) dapat mempertinggi risikoterkena kanker termasuk kanker payudara?
    Sejauh ini belum ada penelitian yang menyatakan demikian. Namun sebagai gambaran umum, perubahan genetik dapat terjadi akibat paparan berbagai zat kimia secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang cukup lama.
  15. Benarkah penggunaan styrofoam dan kantung plastik daur ulang sebagai wadah makanan dapat dapat mempertinggi risiko terkena kanker termasuk kanker payudara?
    Hubungan kedua hal tersebut belumlah jelas. Saat ini tengah dilakukan berbagai penelitian yang berkaitan dengan pengaruh paparan zat kimia terhadap kanker payudara.
  16. Benarkah perempuan yang tidak memberikan ASI berisikoterkena kanker payudara?
    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI mengurangi risiko terkena kanker payudara.
  17. Teman saya meninggal karena kanker payudara padahal dia memberikan ASI ekslusif pada kedua anaknya. Bagaimana mungkin?
    Kanker payudara memang sulit untuk dicegah dan/atau diprediksi dengan tepat. Walaupun teman Anda telah mengurangi salah satu faktor risiko dengan memberikan ASI eksklusif pada kedua anaknya, namun masih banyak faktor-faktor risiko lainnya, termasuk genetika, yang berperan dalam timbulnya kanker payudara.
  18. Apakah ASI yang membatu / mastitis pada ibu menyusui dapat menyebabkan kanker payudara?
    Perlu dijelaskan terlebih dahulu bahwa mastitis berarti peradangan pada payudara, sehingga istilah ”ASI yang membatu” merupakan istilah awam yang kurang tepat. Hingga saat ini, belum ada keterkaitan yang jelas antara mastitis dengan kanker payudara. Namun mengingat mastitis dapat memiliki gejala-gejala yang serupa dengan kanker payudara, maka perempuan yang menderita mastitis sangat dianjurkan untuk memastikan keberadaan kanker payudara pada dirinya.
  19. Benarkah penggunaan pil KB bisa mengurangi risiko kanker payudara?
    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pil KB dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Ketika wanita menggunakan pil KB, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai faktor-faktor risiko kanker payudara lainnya.
  20. Apakah alat kontrasepsi bisa mempertinggi/menurunkan risiko kanker payudara?
    Hingga saat ini belum ada penelitian mengenai hal ini.
  21. Apakah kanker payudara penyakit keturunan? Menurun langsung atau pada generasi berikutnya? Berapa besar faktor resikonya?
    Berdasarkan penelitian, kanker, termasuk kanker payudara, dapat terjadi akibat perubahan genetika yang salah satunya diperoleh melalui keturunan. Namun hal ini tidak berarti bahwa kanker payudara adalah penyakit keturunan mengingat banyak faktor yang melatarbelakangi kanker ini.
    Berdasarkan hasil penelitian, wanita yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker payudara, memiliki peningkatan risiko untuk terkena payudara 2 hingga 5 kali lipat tergantung dari jumlah anggota keluarga yang terkena. Namun perlu diingat bahwa hanya sekitar 20 – 30 % wanita penderita kanker payudara yang memiliki riwayat keluarga serupa, sehingga sekitar 70 – 80 % wanita penderita kanker payudara tidak memiliki riwayat keluarga serupa.
  22. Adakah pengobatan alternatif/herbal untuk mengatasi kanker payudara? Bagaimana dengan kunyit putih/mahkota dewa/buah merah yang dipercaya bisa mengobati kanker?
    Hingga saat ini, belum ada penelitian tentang hal tersebut.
  23. Bila kanker payudara penyakit keturunan bagaimana cara mencegahnya?
    Perlu diingat bahwa banyak faktor risiko yang terlibat dalam kanker payudara. Salah satunya memang faktor keturunan / genetika, namun masih banyak faktor lain yang harus dinilai. Oleh karena itu, sulit untuk memastikan pencegahan kanker payudara. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mengurangi atau memperbaiki faktor-faktor risiko yang ada.
  24. Benarkah pria juga bisa terkena kanker payudara? Bagaimana mungkin?
    Ya, pria pun bisa terkena kanker payudara. Pada prinsipnya, pria pun memiliki sel-sel payudara. Namun karena sel-sel payudara pada pria tidak / jarang terpapar oleh hormon seperti pada wanita, maka kemungkinan pria terkena kanker payudara jauh lebih rendah, yaitu sekitar 1:100.
  25. Apakah makanan/minuman yang harus dihindari untuk mencegah kanker payudara?
    Konsumsi alkohol sebanyak 2 – 5 gelas per hari dapat meningkatkan risiko 1,5 kali lipat dibandingkan dengan tidak meminum alkohol. Selain itu, konsumsi makanan tinggi lemak dapat menyebabkan kegemukan yang merupakan salah satu faktor risiko kanker payudara.
  26. Apakah perempuan yang pernah memiliki benjolan tumor jinak di payudara kemudian sudah diangkat berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara?
    Ya, perempuan yang pernah memiliki tumor jinak, baik sudah diangkat ataupun tidak, memiliki risiko relatif lebih tinggi untuk terkena kanker payudara.
  27. Kapankah harus memeriksakan diri ke dokter?
    Segera setelah dirasakan adanya benjolan pada payudara berdasarkan hasil pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) setiap bulan.
  28. Apa gejala kanker payudara? Ke mana harus memeriksakan diri? Apakah bisa ke dokter umum atau puskesmas? Atau harus ke spesialis atau rumah sakit?
    Gejala-gejala kanker payudara: adanya benjolan, bengkak pada sebagian / seluruh payudara, iritasi kulit, nyeri payudara / puting, retraksi puting(putingmasuk ke dalam), perubahan kulit payudara, keluarnya cairan selain ASI dari payudara, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
    Pasien dapat memeriksakan diri ke dokter umum terdekat. Apabila diperlukan, maka dokter umum akan merujuk ke dokter ahli / spesialis.
  29. Sejak usia berapa seorang perempuan bisa terkena kanker payudara?
    Terutama sejak memasuki usia menstruasi. Risiko ini semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia.
  30. Bagaimana mencegah kanker payudara?
    Secara umum, risiko kanker dapat dikurangi dengan senantiasa menjalani pola hidup yang sehat dan seimbang, terutama pada mereka yang telah memiliki faktor-faktor risikonya.
  31. Apa sajakah deteksi dini/screening untuk kanker payudara?
    Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), pemeriksaan payudara klinis oleh dokter, dan mammogram.
  32. Bagaimana tata laksana/penanganan kanker payudara?
    Penatalaksanaan kanker payudara dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung dari stadium atau tahap kanker payudara, yaitu: operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, dan targeted therapy. Berbagai terapi lain tengah dikembangkan untuk penanganan kanker payudara.
  33. Berapa besar peluang kesembuhan dengan tindakan radiasi?
    Tidak dapat dipastikan, karena tergantung dari stadium / tahap penyakit serta jenis terapi lain yang turut dilakukan.
  34. Berapa besar peluang kesembuhan dengan tindakan kemoterapi?
    Tidak dapat dipastikan, karena tergantung dari stadium / tahap penyakit serta jenis terapi lain yang turut dilakukan.
  35. Berapa besar peluang kesembuhan dengan tindakan masektomi/jaringan payudara diangkat?
    Tidak dapat dipastikan, karena tergantung dari stadium / tahap penyakit serta jenis terapi lain yang turut dilakukan.
  36. Apa saja penyebab kanker payudara?
    Secara umum, kanker disebabkan oleh adanya mutasi atau perubahan pada gen. Khusus untuk kanker payudara, hormon diduga turut berperan pula. Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara: usia, riwayat pribadi, riwayat keluarga, periode menstruasi, tidak memiliki anak / memiliki anak pada usia lanjut, kontrasepsi oral, terapi hormon pasca menopause, tidak menyusui, konsumsi alcohol, kegemukan, serta kurang olahraga.
  37. Adakah kondisi penyakit atau obat-obatan yang mempertinggi risiko kanker payudara?
    Tumor jinak payudara dan pil kontrasepsi dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Namun perlu diingat bahwa masih banyak faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan kanker payudara.
  38. Adakah vaksin yang bisa mencegah kanker payudara?
    Hingga saat ini belum tersedia.
  39. Berapakah perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk pemeliharaan paska terapi kanker payudara?
    Sangat tergantung dari stadium / tahap penyakit serta jenis terapi yang dipilih.
  40. Berapa angka insiden/ kasus kanker payudara di dunia dan di Indonesia? Berapa rentang usia penderita?
    Di Amerika Serikat, diduga terdapat 254 ribu kasus baru kanker payudara pada berbagai tahap. Angka kejadiannya menurun sebesar 2,2 % setiap tahun pada periode 1999 – 2005.
    Di dunia, kanker payudara merupakan kanker tertinggi kedua setelah kanker paru (10,4 % dari seluruh kanker pada pria dan wanita) dan penyebab kematian akibat kanker tertinggi ke-5. Pada tahun 2004, kanker payudara menyebabkan kematian sebanyak 519 ribu di seluruh dunia (7 % dari kematian akibat kanker dan hampir 1 % dari seluruh kematian).
    Untuk Indonesia, belum tersedia data yang kuat.
  41. Manakah kanker perempuan yang paling tinggi angka kasusnya di dunia dan di Indonesia? Kanker payudara atau kanker serviks?
    Kanker payudara merupakan kanker pada perempuan dengan jumlah kasus tertinggi di dunia. Sehingga jumlah kasusnya lebih tinggi dibandingkan dengan kanker serviks.

Cari Tahu dan Berbagi

No categories found.

Popular Members

No popular members found.
No popular articles found.