Wanita yang menderita mengompol setelah melahirkan memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk mengalami depresi pasca persalinan dibandingkan dengan wanita yang tak memiliki keluhan mengompol.
Hal itu merupakan kesimpulan dari sebuah studi baru yang dipimpin oleh Wendy Sword, professor dari School of Nursing di McMaster University. Studi tersebut didanai oleh Canadian Institutes of Health Research.
Depresi pasca persalinan berdampak buruk terhadap si ibu, bayi, pasangan dan anak-anak lainnya di dalam keluarga. Menurut Canadian Mental Health Association, hingga 20 persen ibu baru mengalami depresi pasca persalinan dan diperkirakan 10 hingga 35 persen wanita akan mengalami depresi pasca persalinan berulang.
Dalam riset yang diterbitkan di British Journal of Obstetrics and Gynecology, Sword bersama koleganya meneliti hubungan antara proses persalinan dengan depresi pasca persalinan pada enam pekan setelah keluar dari rumah sakit. Mereka mengevaluasi sekitar 1.900 ibu baru. Dari jumlah itu, tercatat sepertiga menjalani proses persalinan Caesar.
Hampir 8 persen dari mereka mengalami depresi pasca persalinan pada enam pekan setelah pulang dari rumah sakit. Tim peneliti tidak menemukan hubungan antara depresi pasca persalinan dengan proses persalinan, dan temuan ini konsisten dengan beberapa studi sebelumnya.
Namun, dalam riset itu ditemukan lima hal yang dapat memprediksi terjadinya depresi pasca persalinan, yaitu ibu yang berusia kurang dari 25 tahun; ibu yang beberapa kali dirawat di rumah sakit; tidak melakukan inisiasi menyusu dini; pelaporan yang baik, sedang atau buruk terkait kesehatan sendiri pasca persalinan; dan mengompol atau buang air kecil secara tidak sengaja.
"Kami terkejut setelah mengetahui bahwa mengompol merupakan sebuah faktor risiko bagi depresi pasca persalinan," ujar Sword. "Mengompol setelah persalinan tidak banyak mendapat perhatian sebagai faktor yang memicu depresi pasca persalinan dan kami belum sepenuhnya paham mengenai alasan mengapa mengompol dikaitkan dengan depresi."
Sword mencatat bahwa mengompol bukanlah masalah yang tak umum pasca persalinan, dan meski wanita mungkin malu dengan kondisi ini, namun ini penting agar mereka menceritakan kepada penyedia layanan kesehatan mengenai hal yang mereka alami.
Ia menambahkan bahwa para dokter atau petugas kesehatan harus proaktif dan menanyakan pasien mereka mengenai masalah kandung kemih sebagai bagian dari pengamatan terhadap kesehatan pasca-persalinan. Penting untuk mengidentifikasi masalah sejak dini sehingga dapat dilakukan tindakan yang tepat untuk mengurangi gejalanya dan meningkatkan kesehatan ibu pasca persalinan.
Referensi: MedicalNewsToday. Urinary Incontinence Doubles Risk Of Postpartum Depression. http://www.medicalnewstoday.com/releases/229028.php. Diakses 25 Agustus 2011.
PWC/-/Article_OAB_August 2011/POA 2/10082011