Keputihan | OAB | Kanker Payudara | Kenali Penyakit Umum dan Pencegahannya | Peduliperempuan.com - http://www.peduliperempuan.com
Terapi Sulih Hormon Pramenopause Tingkatkan Risiko Kanker Payudara
http://www.peduliperempuan.com/articles/85/1/Terapi-Sulih-Hormon-Pramenopause-Tingkatkan-Risiko-Kanker-Payudara/Page1.html
Oleh PWC Author
Published on 17.11.11
 
Perempuan yang memulai terapi penggantian/sulih hormon (HRT) sebelum masa menopause tiba memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara daripada perempuan yang melakukan terapi sulih hormon belakangan.

Perempuan yang memulai terapi penggantian/sulih hormon (HRT) sebelum masa menopause tiba memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara daripada perempuan yang melakukan terapi sulih hormon belakangan.

Temuan yang dipublikasikan dalam Journal of the National Cancer Institute, membantu menjawab pertanyaan yang muncul sejak lama tentang siapa yang berisiko dan tidak berisiko lebih besar mengalami efek samping terkait konsumsi HRT.

Penelitian terhadap lebih dari 1 juta perempuan Inggris menunjukkan bahwa mereka yang menunggu lima tahun atau lebih untuk melakukan terapi sulih hormon memiliki kenaikan risiko lebih sedikit atau tidak menderita kanker payudara. Tetapi mereka yang mulai terapi sulih hormon saat memasuki masa menopause memiliki risiko 43 persen lebih tinggi.

"Dalam penelitian besar ini kami menemukan risiko lebih besar terkena kanker payudara jika mulai menggunakan terapi hormonal, baik sebelum atau segera setelah menopause daripada setelah jeda lebih lama," tulis Dr Valerie Beral dari Oxford University, Inggris.

Pola risiko terlihat di berbagai jenis terapi hormonal,  pada perempuan yang menggunakan terapi hormonal untuk baik pendek jangka waktu yang panjang, dan juga pada mereka yang ramping dan kelebihan berat badan serta perempuan gemuk, imbuh Dr Beral.

Temuan ini cocok dengan Women’s Health Initiative yang berbasis di AS, yang menemukan perempuan yang melakukan terapi sulih hormon saat menopause memiliki risiko 41 persen lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan mereka yang memilih untuk menunggu, kata Dr Rowan Chlebowski dari Los Angeles BioMedical Research Institute dan Garnet Anderson dari Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson di Seattle.

Namun, mengomentari temuan ini, Chlebowski dan Anderson menunjukkan bahwa kebalikannya  terjadi pada penyakit jantung. Perempuan yang memulai HRT jauh hari sebelum menopause memiliki risiko yang lebih rendah terkena sakit jantung daripada wanita yang mulai terapi sulih hormon belakangan.

Sebelum tahun 2002, dokter banyak meresepkan terapi penggantian hormon untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan osteoporosis, yang keduanya naik tajam setelah menopause, serta gejala menjengkelkan seperti hot flashes (semburan hawa panas).

Tim Beral menegaskan bahwa tidak peduli tentang formulasi, perempuan yang lebih muda menggunakan HRT mengalami kenaikan risiko kanker payudara, namun risiko ini menghilang segera setelah mereka berhenti menggunakannya.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa tingkat kanker payudara turun secepat perempuan berhenti menggunakan HRT. Sebuah studi dari Kanada pada September lalu menemukan tingkat kanker payudara di kalangan perempuan yang lebih tua turun 10 persen setelah tahun 2002.

Tim Chelbowski melaporkan Oktober lalu bahwa perempuan yang mengkonsumsi pil hormon pengganti memiliki kanker payudara stadium lanjut dan lebih mungkin meninggal dibandingkan mereka yang minum pil kontrol (plasebo).

Referensi: Reuters. Starting HRT early raises breast cancer risk: study. http://www.reuters.com/article/2011/01/28/us-cancer-breast-hrt-idUSTRE70R8DH20110128.

PWC/-/Article_Breast Cancer_September 2011/POA2/07092011