Keputihan | OAB | Kanker Payudara | Kenali Penyakit Umum dan Pencegahannya | Peduliperempuan.com - http://www.peduliperempuan.com
Kanker Payudara Tak Harus Diturunkan
http://www.peduliperempuan.com/articles/82/1/Kanker-Payudara-Tak-Harus-Diturunkan/Page1.html
Oleh PWC Author
Published on 17.11.11
 
Sebuah studi kembali menguatkan sesuatu hal yang kadang sering dilupakan kaum perempuan dan bahkan oleh dokter, yaitu bahwa seseorang yang tidak memiliki riwayat keluarga terkena kanker payudara bukan berarti telah terbebas dari ancaman penyakit ini.

Sebuah studi kembali menguatkan sesuatu hal yang kadang sering dilupakan kaum perempuan dan bahkan oleh dokter, yaitu bahwa seseorang yang tidak memiliki riwayat keluarga terkena kanker payudara bukan berarti telah terbebas dari ancaman penyakit ini.

Dalam studinya, tim peneliti mengamati lebih dari 6.000 perempuan selama enam tahun dan menemukan fakta bahwa sebagian besar kasus kanker payudara justru terjadi pada mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga terhadap penyakit ini, walaupun sebenarnya banyak perempuan memiliki beberapa faktor risiko lain yang sudah diketahui dapat membantu memprediksi kemungkinan seseorang mengembangkan penyakit tersebut.

Kanker payudara tercatat sekitar 25% dari seluruh jenis kanker yang menyerang kaum perempuan, terjadi hampir 200.000 kasus baru kanker payudara invasif yang didiagnosis di AS setiap tahun.

"Saya memiliki pasien yang baru didiagnosis kanker payudara dan bertanya kepada saya kenapa dia bisa terkena kanker payudara padahal ia tidak memiliki riwayat keluarga," ujar peneliti Dr. Lawrence Wickerham dari National Surgical Adjuvant Breast and Bowel Project (NSABP) Allegheny Center di Pittsburgh.

Sejumlah penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen dokter yang melakukan perawatan primer menanyakan perempuan tentang riwayat keluarga mereka, sedangkan kurang dari 50 persen mengumpulkan informasi tentang faktor-faktor risiko lain yang diketahui, seperti seorang perempuan yang memulai masa menstruasinya sebelum usia 12 tahun - yang dapat meningkatkan risiko - atau apakah dia pernah melahirkan, yang menurunkan risiko.

Wickerham, ketua tim peneliti bersama dengan Angelina Sontag, dan koleganya menelaah peran berbagai faktor risiko pada 6.322 perempuan pasca menopause yang telah ikut dalam dua ujicoba berskala besar untuk obat osteoporosis.

Pada masing-masing tahapan ujicoba, semua perempuan berusia di bawah 86 tahun dan tidak seorang pun yang mendapatkan diagnosis kanker payudara sebelumnya.

Tim peneliti menggunakan Breast Cancer Risk Assessment Tool (http://www.cancer.gov/bcrisktool), sebuah kuesioner online yang dikembangkan oleh NSABP dan National Cancer Institute, untuk mengkaji kembali dan memprediksi kemungkinan apakah seorang perempuan akan mengembangkan penyakit invasif dalam  lima tahun ke depan.

Penghitungan risiko meliputi usia saat menstruasi pertama, usia saat ini, etnis, riwayat reproduksi, biopsi payudara sebelumnya dan riwayat keluarga. Nilainya yang berkisar antara nol hingga delapan, yang merupakan persentase risiko seorang perempuan selama lima tahun.

Sekitar 600 perempuan dalam kelompok studi itu - sekitar satu dari sepuluh perempuan - memiliki riwayat keluarga terhadap kanker payudara dan hampir semuanya memenuhi definisi prediktif berisiko tinggi: skor 1,66 persen atau lebih.

Lebih dari 50 persen perempuan sisanya yang tidak memiliki riwayat keluarga terhadap kanker payudara juga memenuhi syarat dalam kategori risiko tinggi.

Sebanyak 92 perempuan, atau 1,5 persen dari peserta studi, mulai mengembangkan kanker payudara invasif selama masa penelitian berdurasi rata-rata 4 sampai 6 tahun. Seperti yang diperkirakan, angka riil kanker payudara meningkat seiring dengan keberadaan faktor risiko yang sudah diperkirakan, dan juga adanya riwayat keluarga.

Namun demikian, lebih banyak jumlah kasus kanker payudara pada wanita dengan prediksi di bawah batas risiko tinggi atau tanpa riwayat keluarga.

Mendekati separuh (40) dari perempuan yang mengembangkan penyakit itu mendapatkan skor risiko di bawah 1,66 persen, dan hampir dua dari setiap tiga wanita (60) yang telah didiagnosis memiliki skor risiko antara 1 dan 2 persen dan tidak memiliki riwayat keluarga kanker payudara.

"Jadi faktor risiko tunggal terbesar untuk mengembangkan kanker payudara adalah menjadi seorang perempuan dan yang kedua terbesar adalah perempuan berusia lebih dari 50 tahun," kata Wickerham. "Namun, ada beberapa perempuan yang memiliki faktor risiko di atas rata-rata, terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga."

Faktor risiko yang diketahui paling umum ditemukan pada peserta studi adalah berusia sedikitnya 65 tahun dan mulai menstruasi sebelum usia 12, kata para peneliti dalam jurnal Menopause.

Referensi: Reuters Health. Family history not the sole risk for breast cancer. http://www.lbbc.org/Understanding-Breast-Cancer/Breast-Cancer-News/Family-history-not-the-sole-risk-for-breast-cancer. Diakses 1 September 2011.

PWC/-/Article_Breast Cancer_September 2011/POA2/07092011