Jamur Candida albicans secara alami ditemukan di dalam tubuh. Walaupun biasanya tidak berbahaya, pergeseran keseimbangan alami tubuh dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih Candida.
Infeksi jamur vagina adalah jenis yang paling terkenal dari candidiasis, tetapi candidiasis juga dapat terjadi di mulut, yaitu thrush.
Beberapa hal dapat mengubah keseimbangan bakteri alami dalam tubuh dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih Candida. Misalnya, penggunaan antibiotik yang menghilangkan baikteri ‘baik’ sekaligus bakteri berbahaya, sistem kekebalan tubuh yang lemah oleh penyakit atau stres berberlebihan memungkinkan Candida tumbuh subur. Candidiasis bukan sepenuhnya penyakit menular seksual, namun dapat ditularkan antar pasangan jika ada yang terinfeksi.
Diabetes merupakan faktor risiko untuk candidiasis. Namun jangan keliru, candidiasis tidak menyebabkan diabetes. Candidiasis lebih sering terjadi pada orang dengan diabetes yang kurang terkontrol.
Diabetes adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin untuk mengatur kadar gula darah. Kelebihan gula darah, atau hiperglikemia, mendorong pertumbuhan Candida, antara lain dengan cara Candida mendapat makanan dari gula darah yang tinggi tersebut dan sistem kekebalan tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik dalam kondisi hiperglikemia.
Candidiasis didiagnosis dengan ruam yang berbeda. Pengobatan menggunakan krim antijamur. Krim harus diaplikasikan selama 7 sampai 10 hari. Krim kortikosteroid juga dapat diresepkan untuk mengurangi rasa sakit dan gatal.
Pasangan seksual juga harus diobati, walaupun mereka tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi candidiasis. Makanan rendah lemak dan gula diet dapat membantu mencegah kambuhnya candidiasis.
Candidiasis kronis yang berulang mungkin merupakan tanda diabetes, tetapi penderita diabetes tidak selalu harus terkena candidiasis. Diabetes yang dikendalikan dengan benar akan membantu menjaga keseimbangan Candida.
Referensi: eHow. Can candidiasis cause Diabetes? http://www.ehow.com/how-does_4964690_candidiasis-can-cause-diabetes-men.html. Diakses 3 Mei 2011.
PWC/Diflucan/Add_Article_19/POA2/08072011