Antibiotik dapat membunuh ”bakteri baik” yang menjaga agar jamur tetap terkendali, sehingga ini dapat membuka jalan bagi tumbuhnya infeksi jamur. Tapi kadang antibiotik tak dapat dihindarkan karena Anda sedang sakit, jadi bagaimana Anda mengurangi risiko agar tidak terkena infeksi jamur?

Antibiotik, menurut definisi, dimaksudkan untuk membunuh bakteri, seperti ketika Anda memiliki infeksi bakteri. Namun, masalahnya antibiotik ini selain menyelesaikan masalah di tempat yang dituju, tapi dapat menimbulkan masalah di tempat lain, jika penggunaannya tidak sesuai anjuran. Antibiotik ini dapat membunuh “bakteri baik” dalam vagina Anda, yaitu bakteri yang membantu menjaga agar jamur tetap terkendali secara alami. Bila ”bakteri baik” dimusnahkan, jamur dapat berkembang biak dan berpotensi menyebabkan infeksi jamur.

Biasanya, vagina, saluran pencernaan, dan bagian lain dari tubuh menjadi tempat hidup bagi beberapa spesies ”bakteri baik” yang membantu mengendalikan populasi mikroorganisme lainnya, seperti jamur. Selain itu ”bakteri baik” juga berkontribusi menunjang fungsi penting tubuh seperti pencernaan. Infeksi jamur di vagina akan muncul jika keseimbangan antara ”bakteri baik” dan organisme lain terganggu, yang memungkinkan jamur untuk tumbuh terlalu cepat. Ketika itu terjadi, Anda akan mengalami gejala yang dikenal sebagai infeksi jamur, yang ditandai dengan keluarnya cairan putih kental dan vagina terasa panas dan gatal.

Infeksi jamur adalah jenis infeksi vagina yang paling umum kedua yang menyerang kaum perempuan, setelah bakteri vaginosis. Sekitar 75 persen perempuan akan mengalami minimal satu kali infeksi jamur selama hidup mereka, dan hampir 50 persen kaum Hawa akan mengalaminya dua kali atau lebih. Nama medis untuk infeksi ini adalah kandidiasis karena kondisi ini biasanya berhubungan dengan bentuk jamur yang disebut Candida albicans.

Sementara itu, banyak perempuan mendapati diri mereka mengalami infeksi jamur setelah mengkonsumsi antibiotik selama beberapa hari.

"Setiap antibiotik dapat mengubah keseimbangan bakteri di dalam tubuh, namun ada juga yang merusak keseimbangan, termasuk clindamycin dan tetracycline," kata Orli Etingin, MD, profesor kedokteran klinis dan direktur Iris Cantor Women's Health Center di NewYork-Presbyterian Hospital. "Setiap perempuan mungkin berisiko mengalami infeksi jamur jika ia mengkonsumsi antibiotik selama lebih dari empat atau lima hari."

Namun, tentu saja ada saat-saat di mana antibiotik sangat diperlukan. "Jika Anda mengalami radang paru-paru (pneumonia), dan dokter meresepkan antibiotik selama 10 hari sampai dua pekan, maka Anda benar-benar tidak punya pilihan," kata Etingin.

Jadi apa yang dapat Anda lakukan jika Anda tidak ingin mendapatkan infeksi jamur setelah pengobatan menggunakan antibiotik dalam jangka waktu yang cukup lama? Etingin menyarankan untuk mengambil beberapa tindakan proaktif, seperti menggunakan krim atau tablet anti jamur yang dijual bebas di apotek untuk mengatasi pertumbuhan jamur yang berlebih jika Anda akan menjalani pengobatan dengan antibiotik selama lima sampai tujuh hari atau lebih. Tidak semua dokter akan merekomendasikan hal ini, sehingga Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukannya.

Dokter Etingin juga merekomendasikan penggunaan probiotik untuk menggantikan ”bakteri baik” yang akan dimusnahkan oleh antibiotik. Probiotik adalah bakteri mirip dengan bakteri normal yang hidup dalam tubuh. Sumber terbaik probiotik adalah yogurt organik dengan kultur bakteri hidup dan suplemen yang mengandung bakteri baik" – biasanya tertera kata Lactobacillus atau Acidophilus pada labelnya.

Produk ini dapat membantu memulihkan keseimbangan normal antara ”bakteri baik” dengan jamur di dalam tubuh. Namun, jumlah probiotik yang dikandung yogurt dan suplemen dapat bervariasi, jadi periksa label secara seksama sebelum Anda membeli.

Tetapi yang paling penting adalah jangan pernah menggunakan antibiotik jika Anda tidak benar-benar membutuhkannya. "Jika Anda menderita pilek atau infeksi saluran pernapasan atas, tidak ada alasan untuk minum antibiotik karena kondisi ini disebabkan oleh virus yang tidak akan merespons dengan pemberian antibiotik. Penggunaan antibiotik yang berlebihan merupakan penyebab munculnya infeksi jamur," imbuh Etingin. Jadi, sebelum menggunakan antibiotik, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan penanganan penyakit yang tepat!

Referensi: Everyday Health. Avoiding Vagina Yeast Infections When You’re Prescribed an Antibiotic. http://www.everydayhealth.com/yeast-infection/antibiotics.aspx. Diakses 10 Februari 2011.


PWC/Add_Article_15/POA1/14/03/2011